Selasa, 07 Februari 2012

Hobi Koleksi Uang Tempo Dulu Indonesia


IMG00884-20111116-1511.jpg
tribun lampung.co.id/anastasia
Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Augus Hendra Simatupang
BERMULA dari satu uang kuno masa penjajahan yang ditemukan dirinya kala remaja. Menginspirasi Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Augus Hendra Simatupang mengoleksi koin-koin sejenis.

Saat ini sekitar 600 koin sudah dikumpulkannya, mulai dari zaman VOC di tahun 1.700-an hingga uang koin yang masih berlaku sekarang.

Sim, sapaan akrab pria keturunan Sumatra Utara ini, menuturkan ada kepuasan tersendiri ketika melihat koin-koin kuno berada di genggamannya.

Meski harus mengeluarkan kocek lumayan untuk membeli uang kuno tersebut, pria yang pernah bertugas di Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (Karikpa) Jayapura ini, menyatakan dirinya tetap tidak berkeberatan asalkan bisa dibawa pulang dan dikumpulkan bersama koleksi lain.

Sim berkisah dirinya paling sering hunting uang kuno di pasar-pasar loak atau ke toko-toko barang-barang kuno. Hobi, peraih piagam penghargaan dari Direktur Jenderak Pajak Tahun 2004 ini, kian ditunjang dengan penempatan wilayah kerja dirinya mulai dari ujung Sumatra hingga Papua.

Dengan mengkoleksi uang kuno, diakui Sim cukup membuat wawasan dirinya serta orang terdekat bertambah. Suami dari Ernitawati Tambunan ini, menyatakan terdapat ukuran uang koin yang sekarang digunakan ternyata dicetak sama persis dengan uang zaman dahulu.

"Saya sering menunjukkan ke orang-orang, uang kita yang ukurannya sama dengan uang kuno tertentu ternyata memiliki nilai berbeda. Uang koin yang saat ini berlaku nilainya lebih rendah dari dahulu," terangnya.

Dalam merawat uang kuno Sim memang melakukan metode khusus, koin-koin itu disimpan di dalam album-album khusus koin. Album tersebut sering dibuka olehnya agar terkena cahaya matahari dan tidak sempat membuat debu berkumpul.

Saat ini, anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Almarhum Mayor Polisi T Simatupang dan Almarhumah Nurhaida Sutrisno ini, sudah memiliki tiga album, satu album besar dan dua album kecil.

Keberadaan tiga album ini belum dirasakan cukup, Sim sendiri masih memiliki simpanan uang kuno yang belum dipajangnya.

"Masih saya taruh di laci itu, di dalam gelas," ujarnya sembari menunjukkan koin-koin tersebut. Lulusan Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, menuturkan dirinya tidak akan berhenti mengkoleksi uang kuno tersebut selagi dirinya mampu mengumpulkan.

Sim juga berencana akan membuat lemari khusus yang memajang uang-uang kuno tersebut, dan sewaktu-waktu bisa dirinya pamerkan kepada generasinya kelak. (anas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar