tribun lampung.co.id/anastasia
Kepala
Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Augus
Hendra Simatupang
BERMULA dari satu uang kuno masa penjajahan yang ditemukan dirinya kala
remaja. Menginspirasi Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan
Masyarakat (P2Humas) Augus Hendra Simatupang mengoleksi koin-koin
sejenis.
Saat ini sekitar 600 koin sudah dikumpulkannya, mulai
dari zaman VOC di tahun 1.700-an hingga uang koin yang masih berlaku
sekarang.
Sim, sapaan akrab pria keturunan Sumatra Utara ini,
menuturkan ada kepuasan tersendiri ketika melihat koin-koin kuno berada
di genggamannya.
Meski harus mengeluarkan kocek lumayan untuk
membeli uang kuno tersebut, pria yang pernah bertugas di Kantor
Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (Karikpa) Jayapura ini, menyatakan
dirinya tetap tidak berkeberatan asalkan bisa dibawa pulang dan
dikumpulkan bersama koleksi lain.
Sim berkisah dirinya paling
sering hunting uang kuno di pasar-pasar loak atau ke toko-toko
barang-barang kuno. Hobi, peraih piagam penghargaan dari Direktur
Jenderak Pajak Tahun 2004 ini, kian ditunjang dengan penempatan wilayah
kerja dirinya mulai dari ujung Sumatra hingga Papua.
Dengan
mengkoleksi uang kuno, diakui Sim cukup membuat wawasan dirinya serta
orang terdekat bertambah. Suami dari Ernitawati Tambunan ini, menyatakan
terdapat ukuran uang koin yang sekarang digunakan ternyata dicetak sama
persis dengan uang zaman dahulu.
"Saya sering menunjukkan ke
orang-orang, uang kita yang ukurannya sama dengan uang kuno tertentu
ternyata memiliki nilai berbeda. Uang koin yang saat ini berlaku
nilainya lebih rendah dari dahulu," terangnya.
Dalam merawat uang
kuno Sim memang melakukan metode khusus, koin-koin itu disimpan di
dalam album-album khusus koin. Album tersebut sering dibuka olehnya agar
terkena cahaya matahari dan tidak sempat membuat debu berkumpul.
Saat
ini, anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Almarhum Mayor Polisi T
Simatupang dan Almarhumah Nurhaida Sutrisno ini, sudah memiliki tiga
album, satu album besar dan dua album kecil.
Keberadaan tiga
album ini belum dirasakan cukup, Sim sendiri masih memiliki simpanan
uang kuno yang belum dipajangnya.
"Masih saya taruh di laci itu,
di dalam gelas," ujarnya sembari menunjukkan koin-koin tersebut. Lulusan
Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, menuturkan
dirinya tidak akan berhenti mengkoleksi uang kuno tersebut selagi
dirinya mampu mengumpulkan.
Sim juga berencana akan membuat
lemari khusus yang memajang uang-uang kuno tersebut, dan sewaktu-waktu
bisa dirinya pamerkan kepada generasinya kelak. (anas)